Senin, 30 Juni 2014

Tidak Ada Rahasia dalam Rumah Tangga

Kehidupan berumah tangga selalu dihantui oleh berbagai masalah yang disebabkan oleh ketidakterbukaan antara pihak suami maupun isteri. Padahal, untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi dalam rumah tangga diperlukan jalan keluar yang tepat agar setiap masalah yang dihadapi dapat diatasi dengan baik. Salah satu jalan yang dapat dilakukan adalah dengan cara bersikap saling terbuka antara suami dan isteri dalam berbagai hal. Sikap terbuka ini tidak saja dilakukan dalam bentuk rahasia kata dan bahasa, tetapi semua hal yang ada tidak perlu disembunyikan satu sama lainnya. Sebab jika salah satu pihak menyembunyikan sesuatu kepada pasangannya, maka suatu hal yang disembunyikan tersebut akan menjadi momok yang memberatkan dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Pengalaman saya membuktikan bahwa keluarga saya tidak pernah terjadi kericuhan, karena antara saya dan isteri selalu berlaku terbuka terhadap apa saja yang ada dalam rumah tangga kami. Sebagai contoh isteri saya boleh saja mengutak atik handphone saya kapan dia suka, karena dalam HP saya tidak ada sesuatu yang saya rahasiakan. Demikian juga halnya dengan sya juga dibolehkan mengutak atik HP isteri saya kapa saja saya suka, karena memang dalam HP isteri saya tidak ada yang dirahasiakan. Oleh karena itu, usaha menjaga kedamaian dalam rumah tangga dapat dilakukan dengan mengedepankan sikap terbuka antar masing-masing pasangan. Artinya, bila salah satu pasangan mendapat gangguan dari pihak lain, katakanlah seorang isteri dirayu oleh laki-laki lain, maka sebaiknya, siisteri ini langsung bercerita kepoada suaminya kalau dia sedang diganggu oleh orang lain, demikian juga sebaliknya, jika suami sedang rayuan wanita lain, maka si suami sebaiknya segera menceritakan kepada isterinya. Tujuannya adalah ketika suami atau isteri tahu tentang bujuk rayu dari pihak lain, maka mereka sudah sangat santai menghadapi masalah tersebut, dan dengan demikian dalam rumah tangga mereka tidak akan terjadi konflik dikarenakan keduanya telah hidup saling terbuka satu sama lainnya. Sebenarnya menyimpan rahasia sama dengan membungkus bangkai yang pada akhirnya akan tercium juga baunya.Oleh karena itu, siapa saja yang ingin menciptakan rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah tanpa ada konflik sekecil apapun, maka hindarilah segala hal yang berbau rahasia dalam rumah tangga. Kalau memungkinkan segala hal yang dianggap sebagai rahasia, seyogyanyalah dapat dibeberkan saja agar saling mengetahui dan memahami apa saja yang dianggap rahasia. Namun demikian, perlu saya tegaskan pula ada sesuatu hal dalam kehidupan rumah tangga yang dilakukan oleh seorang suami tetapi tidak boleh diketahui oleh isteri, dan begitu juga sebaliknya ada hal tertentu yang dilakukan oleh isteri tetapi tidak boleh diketahui oleh suami. Sebagai contoh seorang isteri menabung sedikit uang untuk hari masa depan, sebaiknya tabungan isteri tersebut tidak boleh diketahui oleh suami, karena kalau suami mengetahui ada tabungan, maka tabungan isterinya akan terkuras dengan sendirinya. Usaha itulah yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami isteri yang menginginkan keluarga selalu damai dan bahagia di dunia dan akhirat, karena mengedepankan sikap terbuka, maka pasangan suami atau isteri akan merasa tidak dikhianati oleh pasangannya. Semoga tulisan ini menjadi pegangan bagi siapa saja yang membaca blog ini, dan dapat dijadikan sebagai rujukan dalam kehidupan berumah tangga. Amin Ya Allah Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Minggu, 29 Juni 2014

Jangan Pernah Malu Meminta Maaf

Dalam hidup keseharian selalu memiliki rasa salah dan berdosa kepada sesama, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan rumah tangga. Dalam kehidupan rumah tangga sering terjadi masalah yang selalu menimbulkan perasaan berdosa antara suami isteri. Tetapi masalahnya, suami atau isteri yang melakukan kesalahan paling susah untuk meminta maaf di antara keduanya. Padahal, meminta maaf pada saat melakukan kesalahan merupakan perbuatan terpuji yang harus dilakukan oleh semua pihak yang pernah bersalah. Namun, kenyataan yang terlihat selama ini setiap pasangan suami isteri selalu ogah meminta maaf akibat rasa ego yang selalu menghinggapi perasaan masing-masing. Seharusnya, pasangan suami isteri yang melakukan kesalahan senantiasa meminta maaf pada pasangannya, walaupun suami yang berbuat salah harus minta maaf pada isterinya, demikian pula sebaliknya isteri juga harus meminta maaf pada suaminya. Sebenarnya, orang yang sering meminta maaf bila berbuat kesalahan, maka orang tersebut termasuk orang yang berjiwa besar, disebabkan berani mengakui kesalahan yang pernah dilakukannya. Oleh karena itu, seyogyalah kita selalu meminta maaf dari setiap kesalahan yang pernah kita lakukan setiap hari, baik kepada suami, isteri, bahkan meminta maaf atas kesalahan kedua orang tua. Amin Ya Allah Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Kamis, 26 Juni 2014

Menciptakan Rumah Sebagai Syurga

Semua orang ingin menciptakan rumahnya sebagai syurga dalam kehidupannya. Jalan yang harus ditempuh untuk menciptakan keluarganya bagai syurga adalah dengan cara memberikan kedamaian kepada seluruh anggota keluarga, sebab dengan memberikan kedamaian kepada seluruh anggota keluarga, maka anggota keluarga menjadi tenteram. Oleh karena itu, seorang kepala rumah tangga harus mampu memberikan rasa aman kepada isteri dan anak-anaknya. Jika pemberian rasa aman belum mampu dilakukan, maka sebaiknya kepala rumah tangga tersebut harus mencari tahu dan introspeksi diri apa yang menyebabkan dirinya tidak memberikan rasa aman kepada anggota keluarga. Di sisi lain, upaya menciptakan rumah tangga bagaikan syurga di dunia dapat dilakukan dengan cara memenuhi segala kebutuhan keluarga, walaupun pemenuhan kebutuhan keluarga tersebut hanya sebatas kemampuan yang dimiliki oleh kepala rumah tangga. Oleh karena itu, seorang kepala rumah tangga harus mampu menegakkan keadilan, terutama terhadap anak-anaknya yang melakukan pelanggaran, namun menegakkan keadilan bukan berarti harus memukul anak yang berbuat salah, tetapi memberi peringatan dan ketauladanan kepada anak agar mereka dapat mengikuti dan mengamalkan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Menciptakan rumah tangga bagaikan syurga berarti menciptakan kedamaian rumah tangga yang tidak pernah timbul sengketa dan cekcok antara suami isteri dan anak-anak. Artinya, seorang kepala rumah tangga harus mampu menciptakan rumah tangganya bagaikan kehidupan di syurga yang penuh kedamaian dan ketenangan tanpa adanya permusuhan satu sama lainnya. Itulah yang dimaksud dengan menciptakan rumah tangga sebagai syurga. Amin Ya Allah Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Rabu, 25 Juni 2014

Jangan Jadikan Curiga Alasan Cemburu

Curiga merupakan penyakit mematikan dalam rumah tangga, curiga tersebut dapat melahirkan cemburu yang membabibuta yang pada akhirnya mendatang konflik dalam rumah tangga. Oleh karena itu, sepasang suami isteri harus bersikap saling percaya satu sama lainnya. Dengan adanya kepercayaan yang diberikan kepada pasanganya, maka rasa curiga dan cemburu akan hilang dan rumah tangga selalu damai sepanjang masa. Akan tetapi menghilangkan rasa curiga menjadi masalah tersendiri bagi pasangan suami isteri. Namun siapapun dia harus tetap berusaha menghilangkan rasa curiga yang ada dalam dada. Ada beberapa yang harus dilakukan untuk menjauhi rasa curiga, yaitu: 1. suami dan isteri harus menghargai hasil kerja pasanganya. 2. suami isteri harus pasangan yang mengalami kegagalan dalam kerjanya. 3. pasangan suami isteri harus saling menjaga perasaan pasangannya. Itulah tiga hal yang harus dilakukan untuk menghindari rasa cemburu karena curiga demi menjaga kedamaian dalam rumah tangga.

Minggu, 22 Juni 2014

Menjaga Kedamaian Rumah Tangga

Menjaga kedamaian rumah tangga merupakan tugas dan kewajiban suami dan isteri. Kedamaian dalam rumah tangga tidak mungkin terusik jika salah satu pihak tidak melakukan penyelewengan seperti selingkuh, KDRT, dan sebagainya. Menjaga keutuhan rumah tangga dapat dilakukan cara menjaga tugas dan tanggung jawab masing-masing. Suami memiliki tugas mencari nafkah untuk keluarganya serta memberi rasa aman kepada anak dan isterinya. Sedangkan isteri bertugas menjaga rumah sambil mendoakan suami yang sedangkan mencari nafkah serta menuntut berlebihan di luar kemampuan suami. Di samping itu pula, seorang isteri juga memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengawasi anak selama suami tidak berada di rumah. Di sisi lain, seorang isteri juga harus memberi kepercayaan penuh kepada suami ketika berada di luar rumah, dan suami pun diwajibkan menjaga kepercayaan isterinya ketika berada di luar rumah. Jika pasangan suami isteri mampu memposisikan diri menurut tugas dan kewajibannya masing-masing, maka rumah tangga yang mereka bina akan langgeng sepanjang masa. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi selama ini, seorang suami yang diberikan kepercayaan oleh isteri untuk mencari nafkah di luar rumah justeru sering bertingkah aneh-aneh, demikian pula halnya dengan isteri yang tinggal di rumah juga tidak sedikit yang memasukkan laki-laki lain ketika suami tidak berada di rumah. Sebenarnya menciptakan kedamaian rumah tangga dan membina keluarga yang sakinah mawaddah warahmah tidaklah begitu sulit, karena untuk mewujudkan keluarga bahagia diperlukan sikap saling terbuka antara suami dan isteri, bahkan suami maupun isteri harus menceritakan segala hal yang ditemukan dalam keseharian seperti suami bercerita kepada isteri kalau mendapatkan godaan atau rayuan wanita lain, demikian juga sebaliknya. Akan tetapi setiap apa saja yang diceritakan oleh pasangan, tidaklah dijadikan sebagai jalan untuk menimbulkan rasa cemburu, tetapi apa saja yang diceritakan oleh pasangan supaya dapat dijadikan sebagai bahan musyawarah sebagai jalan untuk menciptakan kedamaian dalam rumah tangga. Dalam kehidupan berumah tangga cemburu itu wajib bagi masing-masing pasangan, tetapi cemburu berlebihan termasuk langkah awal untuk menciptakan kehancuran rumah tangga. Oleh karena itu, seyogyanyalah segala masalah yang dihadapi dalam kehidupan berumah tangga dapat diselesaikan melalui jalan musyawarah, karena musyawarah merupakan jalan satu-satunya yang mampu menyelesaikan segala persoalan.