Sabtu, 12 Juli 2014

Membentuk Jadi Diri Anak

Mengarahkan anak ke jalan yang baik dan benar merupakan beban dan tanggung jawab yang harus dibebankan oleh kedua orang tuanya. Oleh karena itu, membentuk jati diri harus dilakukan sesegera mungkin sebagai upaya melaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan kepada kedua orang tua. Membentuk jati diri anak dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan yang maksimal kepada mulai dari pendidikan agama sampai pendidikan umum, karena pendidikan memberikan andil yang cukup besar dalam proses pembentukan jati diri. Di sisi lain, pembentukan jati diri anak juga dapat dilakukan dengan cara membiasakan anak untuk melakukan hal-hal yang baik seperti shalat, mengaji, puasa, dan sebagainya. Pembiasaan dengan melaksanakan hal-baik merupakan strategi yang paling tepat untuk membentuk perilaku anak, karena melalui membiasakan anak-anak akan terbiasa dengan hal-hal yang baik. Demikian pula dengan kebiasaan berperilaku yang baik, maka suatu saat akan terbiasa dengan perilakunya yang baik pula. Namun demikian, pembentukan perilaku anak ini umumnya ditanamkan pada anak-anak masih berusia balita, karena pada usia ini anak-anak masih suci dari berbagai pengaruh luar yang menyebabkan anak menjadi susah diarahkan. Dengan demikian, setiap orang memiliki kewajiban yang sama dalam menanamkan kebaikan dalam segala aspek kehidupan anak. Apalagi tingkah laku yang diperlihatkan oleh anak merupakan cerminan dari perilaku orang. Artinya, jika perilaku anak baik, maka menandakan baik pula perilakukan oang tua, demikian juga sebaliknya, jika perilaku anak jelek, maka hal itu membuktikan bahwa perilaku orang tuanya juga jelek. Namun pada kenyataannya tidak ada orang tua di dunia ini yang rela dikatakan sebagai orang tua yang tidak berhasil mendidik anak. Oleh karena itu, seharusnya orang memberikan fondasi pendidikan yang baik dan benar kepada anak-anaknya agar kelak anaknya menjadi berguna bagi agama, nusa, bangsa, dan masyarakat. Semoga..............................!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar