Jumat, 11 Juli 2014

Seni Mendidik Anak dalam Rumah Tangga

Mendidik anak merupakan tanggung jawab yang dibebankan kepada kedua orang tua. Mendidik anak dapat dilakukan dengan memberi contoh teladan yang baik kepada anak. Di sisi lain, mendidik anak juga dilakukan dengan memberi nasehat jika anak melakukan kesalahan. Mendidik anak juga dapat dilakukan dengan membiasakan melakukan hal-hal yang baik. Setelah tiga hal tersebut dilakukan, maka langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah memberi hukuman bila anak melakukan pelanggaran. Seni mendidik anak tersebut dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali. Mendidik anak dengan menerapkan empat hal tersebut di atas akan menciptakan proses pendidikan yang berhasil. Oleh karena itu, orang tua yang ingin mendidik anaknya ke jalan yang lebih baik seharus menggunakan metode tersebut, karena penerapan metode pendidikan yang dikemukakan Imam Al-Ghazali mampu meningkatkan pemahaman anak dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan. Untuk menyukseskan pendidikan anak dalam rumah tangga membutuhkan sebuah seni mendidik yang tepat agar anak mampu menyerap ilmu pengetahuan yang ditransfer kepadanya. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi selama ini konsep pendidikan yang dikemukakan di atas sangat jarang digunakan, malah yang sering digunakan adalah orang selalu menghukum jika terjadi pelanggaran. Padahal, memberi hukuman merupakan langkah terakhir yang ditempuh dalam proses pendidikan. Di sini membuktikan bahwa orang tua belum mampu menguasai seni mendidik anak dengan baik dan benar. Dengan demikian, jika orang ingin proses pendidikan anak dapat berhasil dengan baik, maka gunakan seni mendidik anak sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar