Sabtu, 05 Juli 2014

Strategi Mengahadapi Suami atau Isteri yang Bandel

Dalam rumah tangga terjadi percekcokan merupakan hal yang biasa. Bahkan tentang hal ini ada orang yang beranggapan percekcokan dalam rumah tangga diibaratkan bagai sendok dan piring yang tidak mungkin dihindari untuk tidak berbenturan. Padahal anggapan semacam ini tidak boleh dibiarkan, karena percekcokan dalam rumah tangga itu sangat memungkinkan untuk dihindari, karena hal itu dapat terjadi karena kelalaian salah satu pihak baik suami maupun isteri. Di sisi lain, terjadinya cekcok dalam rumah tangga disebabkan oleh adanya anggapan sebagaimana disebutkan di atas. Sebenarnya, anggapan itu merupakan sebuah ilustrasi yang membolehkan terjadi pertengkaran dalam rumah tangga. Dan anggapan tersebut merupakan anggapan yang sangat salah, karena percekcokan dalam rumah tangga sangat memungkinkan untuk dihindari dengan catatan masing-masing pihak saling menyadari atas setiap kesalahan yang dilakukannya. Jika pertengkaran tersebut juga terpaksa terjadi, maka jalan yang paling tepat ditempuh adalah dengan cara salah satu pihak (suami atau isteri) membiarkan terlebih dahulu hal tersebut terjadi, tetapi setelah sama-sama sudah tenang, maka musyawarahkan apa yang menjadi penyebab terjadi kesalahpahaman tersebut. Dengan demikian, setiap penyebab terjadi kesalahpahaman dapat direnungi sehingga tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Namun jika, ada salah satu pihak yang bandel dan menjadi pemicu pertengkaran dalam rumah tangga, maka hal yang paling tepat dilakukan dengan bersikap acuh terhadap sikap pasangannya, karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang suka dan senang diacuhkan, apalagi yang melakukannya adalah pasangannya. Dan dengan bersikap acuh, pasangan penyebab terjadi kesalahpahaman lebih cepat menyadari kesalahannya. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memperbaiki rumah tangga siapa saja yang sedang dilanda konflik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar